Cerpen Futsal episode 1 : Preparing..

August 28, 2010

JIka ada perta nyaan “Apakah persamaan antara film Seri Prison Break yg saat ini sedang booming di kantor dengan permainan futsal tim CNA?” maka jawabannya tentu saja sama-sama seru, sama-sama menegangkan, serta alur yang tidak bisa ditebak, dimana kawan bisa kemudian menjadi lawan, dan lawan pun bisa tiba2 bisa menjadi kawan.

“Ah yang benar saja ?? koq bisa?

“Yup, absolutely!!”

Disini, Prinsip 3M sepertinya harus anda gunakan : Mau g Mau, harus Mau untuk percaya. Setidaknya,  begitulah fakta bercerita di lapangan..

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB. Suasana ramai kembali menyelimuti Kantor CNA berlantai 3 yang di dalamnya juga berdiri gedung berlantai sepuluh itu.

“ah, yang benar saja.. koq bisa ada gedung berlantai 10 di dalamnya?? “

“ah, lagi2 prinsip 3 M berbicara[1]. Setidaknya begitulah fakta ada nya.

Dari pantauan redaksi, pukul 17.15 beberapa pemain sudah mulai keluar meninggalkan kantor mereka menuju lapangan mereka. Tentu saja setelah menyelesaikan  pekerjaan  yang menjadi favorit mereka, yaitu absen pulang. Di basement lantai 1 (baca : di halaman),  para pemain sudah siap dengan kendaraan masing-masing, Read the rest of this entry »


Berhenti sejenak, di Taman Ramadhan..

August 27, 2010

Kehidupan ibarat sebuah perjalanan yang panjang. Disana selalu ada pemberhentian, tempat kita duduk sejenak untuk sekedar mengambil nafas dan mengumpulkan kembali bekal yang diperlukan dalam perjalanan berikutnya. Disana, selalu ada persimpangan jalan, tempat dimana kita berhenti untuk kembali menentukan kembali arah gerak dan perjalanan yang akan ditempuh menuju tujuan akhir kelak. Maka, belajar tentang kehidupan adalah juga belajar untuk menciptakan tanda-tanda pemberhentian. Belajar untuk membuat halte-halte dalam hidup kita. Mungkin itulah mengapa dalam di agama Islam Allah SWT menentukan beberapa syariatnya dalam konteks waktu tertentu. ADa Shalat 5 waktu dalam keseharian kita. Ada ibaadah Shalat Jum’at di setiap minggunya , ada shaum yaumul Bidh di setiap bulan, dan tentunya ada shaum Ramadhan di setiap tahun.

Bulan Ramadhan adalah salah satu halte kehidupan yang Allah sediakan untuk kita setelah kita larut dalam kesibukan menjalankan peran kekhalifahan kita sebagai manusia di setiap tahunnya. Ramadhan merupakan momentum muhasabah dan tempat pijakan sebagai batu loncatan untuk memulai hidup yang lebih baik. Tempat dimana seseorang merenungi setiap langkah perjalanan yang telah dilalui. Maka, Momen Ramadhan sebagai momen muhasabah ini mengajak kita semua untuk terus mengevaluasi diri. Spirit muhasabah ini mengajak kita untuk berhitung atas kualitas diri kita menuju tujuan yang telah Allah firmankan dalam Q.S Al-Baqarah ayat 183, menuju Insan yang bertaqwa.

Mari menghitung diri

Ketakwaan layaknya sebuah pohon. Akarnya ialah keimanan yang menjalar kuat dalam tubuh kita, dan buah manis nya adalah akhlaqul karimah. Untuk membuatnya tumbuh subur dan rindang, diperlukan perawatan yang baik. Begitupun dengan ketakwan dalam diri kita. Agar senantiasa tumbuh maka kita membutuhkan perawatan yang intens dan tepat. Dan Bulan Ramadhan, adalah ladang yang subur serta musim yang tepat dalam menumbuhkan pohon ketakwaan. Maka mari kita optimalkan momen Ramadhan dengan segala keistimewaan yang Allah berikan di dalamnya untuk menumbuhkan pohon ketakwaan kita.

Pohon membutuhkan pupuk sebagai suplai gizi agar bisa tumbuh dengan baik. Maka, pohon ketakwaan akan tumbuh subur dengan dipupuk dengan ibadah-ibadah harian kita yang akan lebih mendekatkan diri kita dengan Allah SWT. Mari kita pupuk diri kita dengan melakukan ibadah-ibadah yang lebih giat di bulan Ramadhan. Maka, muncullah sebuah pertanyaan dalam benak kita. Sudahkah kita menentukan target-target peribadatan kita di bulan Ramadhan ini?? Berapa target tilawah Al-Qur’an kita?? Berapa target shalat malam kita?? Agar keberlangsungan ibadah kita ini bisa kita evaluasi di ujung bulan Ramadhan nanti.

Selain dipupuk, pohon juga membutuhkan siraman air. Bagi diri kita ia adalah ilmu. Siraman-siraman ilmu akan membuat keimanan dan ketakwaan kita tumbuh dengan subur. Maka, mari kita isi hari-hari kita di bulan Ramadhan kita dengan terus memperbanyak ilmu. Mari kita agendakan diri kita untuk mengikuti kajian-kajian yang biasanya semarak di Bulan Ramadhan. Membaca buku, juga bisa menjadi salah satu saran dalam menambah khazanah dan keilmuan kita. Maka, pertanyaan selanjutnya adalah berapa buku kah yang akan kita selesaikan di bulan Ramadhan ini?? SUdahkah kita mengagendakan waktu-waktu kita untuk mengikuti majelis-majelis ilmu di bulan Ramadhan?

Faktor yang juga berperan sangat penting adalah cahaya matahari. Tanpa nya, pohon tidak akan tumbuh dengan baik. Maka, spirit ketakwaan dalam diri kita akan senantiasa tumbuh jika ada cahaya hidayah dari Allah SWT. Karena bagaimana pun, Allah lah yang maha menggenggam dan membolak-balik hati manusia. Hidayah Allah lah yang akan memberikan kepada kita spirit dan motivasi nya untuk senantiasa terus menjaga kontinuitas kita dalam menjalankan setiap kewajiban kita sebagai hamba-Nya. Dan hidayah Allah akan kita dapatkan dengan senantiasa memanjatkan doa kepada-Nya. Disini lah doa berperan penting dalam menjaga konsistensi kita agar senantiasa berada dalam rel keimanan. Itulah mengapa kita harus senantiasa berdo’a kepada Allah agar tetap senantiasa selalu bisa berada di jalan-Nya. Bisa menikmati saat-saat kedekatan dengan-Nya. Dan terus menjalani kehidupan di atas koridor agama-Nya. Dan Bulan Ramadhan adalah momen dimana saat – saat doa terkabul. dimana saat-saat menjelang berbuka juga menjadi saat mustajab nya do’a. Allah menegaskan hal ini dengan firmannya yang berada di antara ayat-ayat yang menjelaskan tentang perintah shaum Ramadhan.

“Dan jika hamba-hamba-Ku bertanya padamu tentang Aku, maka sesungguhnya aku adalah dekat.Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabial ia berdo’a kepada-Ku..” (Q.S. Al-Baqarah; 186)

Maka, mari kita manfaatkan momentum Ramadhan ini sebagai suatu resource dari Allah untuk kita jadikan sebagai leverage keimanan dan ketakwaan kita. Sebagai salah satu katalisator dalam membangun spirit keimanan menuju kualitas diri yang lebih baik. Inilah bulan dimana Pahala-pahala dilipat gandakan, dan pintu-pintu kebaikan terbuka lebar. Bulan dimana malam-malam Ramadhan menjadi lebih semarak dengan shalat berjamaah dan siraman-siaman rohani yang menyejukkan hati. Bulan dimana di setiap sudut tempat banyak terdengar lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Inilah bulan sebagai ladang yang subur untuk menumbuhkan pohon-pohon ketakwaan kita. Insya Allah. “Rugilah orang yang kedatangan Ramadhan, kemudian bulan itu berlalu dan dosanya tidak diampuni” (H.R. Ahmad)


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.