Cerpen Futsal episode 1 : Preparing..

JIka ada perta nyaan “Apakah persamaan antara film Seri Prison Break yg saat ini sedang booming di kantor dengan permainan futsal tim CNA?” maka jawabannya tentu saja sama-sama seru, sama-sama menegangkan, serta alur yang tidak bisa ditebak, dimana kawan bisa kemudian menjadi lawan, dan lawan pun bisa tiba2 bisa menjadi kawan.

“Ah yang benar saja ?? koq bisa?

“Yup, absolutely!!”

Disini, Prinsip 3M sepertinya harus anda gunakan : Mau g Mau, harus Mau untuk percaya. Setidaknya,  begitulah fakta bercerita di lapangan..

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB. Suasana ramai kembali menyelimuti Kantor CNA berlantai 3 yang di dalamnya juga berdiri gedung berlantai sepuluh itu.

“ah, yang benar saja.. koq bisa ada gedung berlantai 10 di dalamnya?? “

“ah, lagi2 prinsip 3 M berbicara[1]. Setidaknya begitulah fakta ada nya.

Dari pantauan redaksi, pukul 17.15 beberapa pemain sudah mulai keluar meninggalkan kantor mereka menuju lapangan mereka. Tentu saja setelah menyelesaikan  pekerjaan  yang menjadi favorit mereka, yaitu absen pulang. Di basement lantai 1 (baca : di halaman),  para pemain sudah siap dengan kendaraan masing-masing,

“ah, yang benar saja.. koq bisa??”

“ssttt..!!!! udah ah, banyak nanya, baca aja ceritanya sampai beres..!!! ”

Lembayung Senja malu2 mulai mengantar sang Surya menuju peraduannya; seakan2 turut mengiringi kepergian orang-orang yang tak lain adalah tim futsal CNA untuk kembali memperlihatkan kemampuan mereka di lapangan. Ah, seandainya sang mentari itu ibarat bidadari bermata jeli, mau dong aku jadi lembayungnya.. (loh??!!)

Ya, hari ini adalah jadwal mereka untuk bermain futsal. Kegiatan yang seharusnya dijadwalkan setiap hari Selasa itu harus mundur satu hari, menjadi hari Rabu pada minggu ini. Maklum, kesibukan mereka dalam mengejar deadline di kantor, serta aktivitas kejar tayang dalam syuting di beberapa TV swasta memaksa mereka harus benar2 mengatur waktu dengan sangat efektif.

Para punggawa tim seperti Trihadi Mulyono, Sirodj, Hasbi dan Erwin terlihat sudah berangkat sebagi tim pendahulu. Tentu saja bersama vebi (Vega biru), Jupe (Jupiter Em Ex ) dan Miyobi (Mio biru), kendaraan yang selalu setia mengantar mereka kemana pun mereka pergi. Di belakang mereka kemudian menyusul Pa Tisna dan Pa Dadan dengan Tiger nya, juga Pak Bambang bersama Susi (Supra Silver) , mulai menuju lapangan.

Pukul 17.45 mereka tiba di theater of Dreams,  stadion st. Atlas, Antapani. Ternyata disana sudah menunggu Pak Acep, pemain senior asal Turki (Turunan Kidul)  yang juga membawa sanak keluarganya. Mungkin Pak Acep menyangka ini bagian dari acara Family Gathering yang memang akan dilaksanakan  beberapa hari lagi.

Pukul 17.50 kemudian datang Pak Miftah yang muncul bersamaan dengan berkumandangnya  nya adzan Maghrib dari masjid depan stadion. Kami pun bersegera untuk melakukan shalat maghrib secara berjamaah di masjid sebelum mulai bermain. Tak lama kemudian, rombongan terakhir yang berangkat  dengan menggunakan mobil Pa Dedi pun tiba di TKP dan langsung bergabung untuk shalat maghrib berjamaah.

Pukul 18.00 lebih sedikit, kami pun mulai memasuki stadion. Ternyata disana sudah terlihat beberapa pemain sudah bersiap di lapangan. Terlihat ada Roberto Dani (Pa Dani) dan salah satu legiun asing yang sengaja didatangkan untuk menguji permainan. Sambil menunggu beberapa pemain berganti pakaian, beberapa pemain pun mulai melakukan pemanasan

Pukul 18.07, para pemain sudah bersiap di lapangan. Mereka pun mulai membelah diri menjadi 2 bagian. (koq mirip amoeba ya??), sehingga terdapat dua tim yang tampak sama kuat. Dilihat dari komposisi mereka, sepertinya ini sakan menjadi permainan yang sangat alot.

Lihat saja di Tim yang satu (sebut saja tim A), diperkuat oleh Penjaga gawang andalan Timnas, Pa Danu. Ditambah duet striker maut haus goal, pak Acep dan Pak Dedi, yang dikenal tidak ada yang berani mengganggu. (Maklum, pemain Senior, bisi kualat..). dan di Tim B, walau pun tidak diperkuat  defender andalannya pa Roni,yang kali ini betul2 menghilang, bukan karena ilmunya, tapi memang sedang mengalami cedera sehingga belum bisa bergabung di pelatnas. (konon sedang terkena penyakit Hot-cold syndrome, yang di daerah perancis dikenal dengan sebutan Pan’as tir’is) diperkuat oleh Pemain sayap ber-talenta Pa Miftah dan penyerang ber-tajira, Pa Dadan. Juga Disupport oleh pemain yang terkenal selalu bermain ngotot, baik di dalam maupun di luar lapangan, Pa Sutisna.

Priiiittt….!!!!

Peluit panjang pun dibunyikan, tanda permainan dimulai…

Sampai Dan peristiwa itu pun muncul..

Peristiwa apakah gerangan??

Bagaimana kelanjutan ceritanya??

Benarkah terjadi tragedi berdarah dalam permainan tersebut, serta bagaimana nasib para pemain yang belum sempat ditampilkan highlite nya..??

Nantikan kelanjutannya di episode berikutnya..

Nanti Mr DJ lanjutkan..

Sampai disini dulu ya… udah jam 11 mlm.

Penulis istirahat dulu, Bisi g keburu bangun buat nonton Jerman vs Spanyol… ^_^


[1]

One Response to Cerpen Futsal episode 1 : Preparing..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.