Cerpen Futsal CNA Episode 2 : Let’s Play !!!

Priiittt..!!!! Peluit panjang sudah dibunyikan tanda permainan dimulai. Kick off babak pertama dilakukan oleh pak Acep yang langsung menembak bola ke arah gawang, menjadi Shoot on goal pertama yang terjadi pada pertandingan tersebut. Beruntung bola masih melenceng tipis beberapa meter di atas gawang. Bola kemudian dilempar oleh Pa Tatang yang saat itu, mengarah jauh menuju mulut gawang lawan yang langsung disambar oleh Pa Danu yang menangkap bola dengan sigap, bak kucing garong menangkap mangsa. Bola kembali dilempar pa Danu yang lagi2 langsung menuju arah gawang lawan, juga langsung disambut oleh tangkapan lengket Pa Tatang. Begitulah kemudian beberapa kali terjadi saling lempar dan tangkap antar kiper, seakan-akan dunia hanya menjadi milik mereka berdua (duh romantis nya…).

Menit ke-3, Tri Hadi Mulyono, yang dikenal pandai membaca serangan lawan langsung memotong bola dan langsung memberikan umpan terobosan menuju Pa Dedi, yang berdiri bebas di daerah pertahanan lawan. Sayang, tendangannya masih tertahan kokohnya Pa Danu sebagai benteng terakhir pertahanan yang dengan sigap menghalau bola dengan badannya yang menutupi gawang tersebut. Akhirnya, Menit ke-7, Tim B dikejutkan oleh goal cepat yang dibuat oleh Pa Acep Junior, Nu’man. Pemain U11 tersebut berhasil memanfaatkan kemelut di depan gawang yang dijaga Pa Tatang dan langsung menceploskan bola ke dalam gawang. Para pemain terutama di tim B sepertinya belum percaya dengan kejadian yang berlangsung cepat tersebut. Mungkin tak menyangka pemain yang semula dianggap sebagai the union boy itu (baca : anak bawang), ternyata mampu tampil trengginas (bukan nama binatang pemakan semut), sehingga bisa memecah kebuntuan dengan goal nya tersebut. Goal yang cukup membuat tim B terhenyak dan tersedak2 ini, sepertinya menjadi awal berkembangnya permainan. Goal ini juga yang menjadi dasar pemikiran tim B dalam melakukan restrukturisasi dengan mengganti posisi kiper dengan Mr Heru, yang memang terlihat bisa lebih menutupi gawang.

Pertandingan pun berjalan kian seru dan mulai memanas. Serangan demi serangan mulai terjadi silih berganti. Skill individu tingkat tinggi, yang diramu dengan permainan bola-bola pendek ala tim B yang bermain apik, cantik dan penuh intrik (sinetron kalee..), harus berhadapan dengan permainan tim A yang mengadopsi gaya bermain Total football ala Belanda, ditambah permainan ngotot dan penuh emosi ala Persib Bandung. Tak heran, permainan pun semakin lama semakin seru dan menarik.

Tim A, yang dipunggawai oleh Hasbi dan Miftah sebagai motor serangan, Selalu berhasil menekan pertahanan tim B. Penetrasi-penetrasi yang dilakukan pemain muda berbakat, Dodi, juga sering kali membuat tim B cukup kalang kabut dalam menahan gempuran di menit-menit awal pertandingan. Tak heran, di 15 menit pertama, tim A sudah unggul cpat 3-0 melalui tambahan goal Hasbi dan Pa Acep. Tembakan-tembakan keras yang dilakukan Pa Acep cukup membuat kiper lawan jatuh bangun, walaupun biasanya tendangannya juga berujung out. Walaupun begitu, bukan berarti tim B bermain tanpa ada perlawanan. Serangan-serangan balik cepat yang dimotori TrihAdi Mulyono, yang sempat meraih gelar the The most Handsome person untuk beberapa bulan di Tajira, dan juga gelandang lincah Sirodj, yang terkenal dengan filosofi permainannya, “Takkan lari Gawang Dikejar” itu tak jarang berhasil mengacak-ngacak permainan lawan. Dan jangan lupa, di sisi pertahanan ada duet Maut Gelandang bertahan Tisna-Heru, yang memang dikenal sangat kompak dalam menjaga pertahanan dan sesekali membantu serangan.

Khusus untuk Kedua pemain ini, memang dikenal kompak baik di kantor, di dapur maupun di lapangan. Permainan mereka apik dan saling mengisi. Ibaratnya, Tisna tanpa Heru, bagaikan upin tanpa ipin, atau bagaikan ipin tanpa upin (bedanya apa y?? ). Melihat Kekompakan mereka dalam bermain, mengingatkan kita pada duet gelandang Barcelona, Xavi Hernandez dan Andres Iniesta yang bermain apik dan mampu membawa Tim Matador berjaya di Piala Dunia 2010 beberapa waktu lalu. Ah, luar biasa, kekompakan mereka sepertinya hanya dapat ditandingi oleh duet Thompson and Thompson dalam serial Tintin, atau mungkin oleh Bona dan Rongrong dalam serial majalah Bobo, yang menjadi bacaan favorit penulis waktu lagi lucu-lucunya dulu.

“eh, sebentar, bukannya di tim B sebelumnya Mr. Heru itu jadi kiper y??”

Oh iya, Mr.DJ belum cerita, sebelumnya memang ada pergantian posisi kiper di Tim B , yang kini menjadi Erwin Selamet.

Kenapa dipilih Erwin?? Apakah karena dia sesungguhnya seorang kiper??

Bukan.. karena dia sbetulnya seorang gelandang.

Atau karena pembawaannya yang tenang dan cool, seperti es batu dalam kulkas?

Ehmmm.. . Nggak juga Apa karena karakter golongan darahny yang tidak cocok sebagai kiper??

Hmm.. bisa jadi.

Tapi yang lebih jelas karna faktor nama. Mungkin dengan Erwin Selamet yang jadi kiper, Sesuai namanya, Diharapkan gawang tim B ini bisa Selamet dari gempuran lawan.. dan tim bisa win(menang) dalam bermain, “gitu ganti..” Ohh.. “ok ganti….”

Dan benar saja. Tim B pun berhasil menemukan kembali permainannya yang sebelumnya entah jatuh dimana itu. Dalam beberapa menit selanjutnya, goal demi goal pun tercipta. Dalam waktu kurang dari 30 menit, skor berubah menjadi 4-4. Ditambah dengan statistik pertandingan yang cukup fantastis, dengan jumlah Corner Kick sebanyak 10 kali, Shoot on goal sejumlah 25 kali, dan shoot on wall sebanyak 70 kali. Sungguh Luar biasa..!! Membuat suasana menjadi semakin menegangkan, panas dan lebih progressif. Terlebih, setelah tim B mencoba melakukan perubahan taktik dengan mencoba menawarkan perundingan dan gencatan senjata kepada tim lawan

“Wah, Mr DJ. koq jadi mirip perang diponegoro begini ?

” Ya, itu mungkin bagian dari kreativitas mereka yang memang dikenal selalu berpikir Out the box tea..” Kalau kata Pa Dedi mah, “berfikir lampu hijau..!!” bukan begitu, Pak??

Dari Tim A, Mr Tatang, yang memang lihai dalam melakukan negoisasi dan provokasi ini, berhasil membuat semua pemain sepakat untuk sedikit merubah peraturan dalam permainan

“No Out, no Fault..” so, “no pain, no gain..”

begitulah kira2 prinsip aturan baru yang memang terdengar sedikit tidak nyambung tersebut. Mungkin terinspirasi dari prinsip para bobotoh persib selama ini, yakni:

“no dong and no robos, if we can’t buy some tickets..”

Ckk..ck..cck. “Sungguh terlalu..!!”

Ah, tapi biarlah, toh bang Rhoma juga kan hanya melarang kita untuk begadang ajah..

Demikianlah, Seperti kata Hukum Pareto dalam dunia sepakbola, bahwa 80% keberhasilan pertandingan, ditentukan oleh 20% masa2 akhir waktu pertandingan. So, Barang siapa yang mampu memanfaatkan masa-masa kritis dan potensial tersebut, akan mampu memegang kendali permainan. Kita mungkin masih ingat bagaimana Manchester United bisa membalikkan keadaan dengan 2 goal nya di menit2 terakhir pertandingan final Liga Champion Eropa tahun 1999 melawan Bayern Munich. Atau goal nya Iniesta di menit-akhir babak perpanjangan waktu yang membawa Spanyol menjadi Kampium Di Piala Dunia 2010 kemarin. Mungkin kalau dalam istilah Manajemen keuangan, hal ini bisa dikatakan sebagai Operational Leverage. Ah, semakin pusing bukan?? “Tentu saja tidak!!! Tidak salah lagi maksudnya..”

Walhasil, di 10 menit terakhir ini, Para pemain pun mulai memperlihatkan kemampuan dan watak aslinya. Semua jurus pun dikeluarkan, mulai dari sleiding tackle ala Paolo Maldini, Tendangan geledeknya Batistuta, jurus drible maut nan gampang jatuh nya Yaris Riadi, sampai tendangan maut Kotaro Minami dan jurus tongkat pemukul anjing nya Ang Cit Kong dalam serial Yoko. Tampak akan semakin Seru bukan?? Bagaimana kah jalannya pertandingan di 15 menit terakhir yang konon berlangsung keras hingga memakan beberapa korban dari kedua belah pihak itu?? Ah, Anda juga pasti bertanya-tanya dalam hati, Bagaimana hasil akhir pertandingan tersebut?? Apa??? Nggak??? Ya sudah, klo begitu pertanyaan ini ga perlu dibahas disini. Yang jelas, Masa-masa menjelang peluit akhir pertandingan memang biasanya menjadi penentu keberhasilan dalam setiap permainan. Arah permainan pun memang semakin sulit ditebak, bahkan oleh Paul sang Gurame sekali pun.

So, nantikan saja cerita selanjutnya. Lagian udah malem juga, Nanti kita lanjutkan di edisi berikutnya ya.. Mr DJ pamit dulu.. Bersambung…

Keterangan : La furia roja : Salah satu julukan bagi tim sepakbola spanyol.

the flying Dutchman : Julukan lain bagi timnas belanda selain the orange

Kick off : istilah dalam permainan sepakbola yang berarti tendangan atau sentuhan pertama yang menandai dimulainya setiap babak.

Shoot on goal : istilah dalam sepak bola untuk tembakan yang mengarah ke gawang lawan

Drible : istilah sepakbola untuk teknik membawa bola menggunakan kaki

sleiding tackle: gerakan meluncur untuk menghentikan bola atau pergerakan lawan

Paolo Maldini : Mantan kapten AC Milan sekaligus Timnas Italia pada piala dunia 1998-2002

Batistuta : Bernama lengkap Gabriel Omar Batistuta, Salah satu penyerang legendaris Argentina yang terkenal karena tembakannya yang keras dan terarah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.