Cerpen Futsal CNA Episode 2 : Let’s Play !!!

September 1, 2010

Priiittt..!!!! Peluit panjang sudah dibunyikan tanda permainan dimulai. Kick off babak pertama dilakukan oleh pak Acep yang langsung menembak bola ke arah gawang, menjadi Shoot on goal pertama yang terjadi pada pertandingan tersebut. Beruntung bola masih melenceng tipis beberapa meter di atas gawang. Bola kemudian dilempar oleh Pa Tatang yang saat itu, mengarah jauh menuju mulut gawang lawan yang langsung disambar oleh Pa Danu yang menangkap bola dengan sigap, bak kucing garong menangkap mangsa. Bola kembali dilempar pa Danu yang lagi2 langsung menuju arah gawang lawan, juga langsung disambut oleh tangkapan lengket Pa Tatang. Begitulah kemudian beberapa kali terjadi saling lempar dan tangkap antar kiper, seakan-akan dunia hanya menjadi milik mereka berdua (duh romantis nya…).

Menit ke-3, Tri Hadi Mulyono, yang dikenal pandai membaca serangan lawan langsung memotong bola dan langsung memberikan umpan terobosan menuju Pa Dedi, yang berdiri bebas di daerah pertahanan lawan. Sayang, tendangannya masih tertahan kokohnya Pa Danu sebagai benteng terakhir pertahanan yang dengan sigap menghalau bola dengan badannya yang menutupi gawang tersebut. Akhirnya, Menit ke-7, Tim B dikejutkan oleh goal cepat yang dibuat oleh Pa Acep Junior, Nu’man. Pemain U11 tersebut berhasil memanfaatkan kemelut di depan gawang yang dijaga Pa Tatang dan langsung menceploskan bola ke dalam gawang. Para pemain terutama di tim B sepertinya belum percaya dengan kejadian yang berlangsung cepat tersebut. Mungkin tak menyangka pemain yang semula dianggap sebagai the union boy itu (baca : anak bawang), ternyata mampu tampil trengginas (bukan nama binatang pemakan semut), sehingga bisa memecah kebuntuan dengan goal nya tersebut. Goal yang cukup membuat tim B terhenyak dan tersedak2 ini, sepertinya menjadi awal berkembangnya permainan. Goal ini juga yang menjadi dasar pemikiran tim B dalam melakukan restrukturisasi dengan mengganti posisi kiper dengan Mr Heru, yang memang terlihat bisa lebih menutupi gawang.

Pertandingan pun berjalan kian seru dan mulai memanas. Read the rest of this entry »


Cerpen Futsal episode 1 : Preparing..

August 28, 2010

JIka ada perta nyaan “Apakah persamaan antara film Seri Prison Break yg saat ini sedang booming di kantor dengan permainan futsal tim CNA?” maka jawabannya tentu saja sama-sama seru, sama-sama menegangkan, serta alur yang tidak bisa ditebak, dimana kawan bisa kemudian menjadi lawan, dan lawan pun bisa tiba2 bisa menjadi kawan.

“Ah yang benar saja ?? koq bisa?

“Yup, absolutely!!”

Disini, Prinsip 3M sepertinya harus anda gunakan : Mau g Mau, harus Mau untuk percaya. Setidaknya,  begitulah fakta bercerita di lapangan..

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB. Suasana ramai kembali menyelimuti Kantor CNA berlantai 3 yang di dalamnya juga berdiri gedung berlantai sepuluh itu.

“ah, yang benar saja.. koq bisa ada gedung berlantai 10 di dalamnya?? “

“ah, lagi2 prinsip 3 M berbicara[1]. Setidaknya begitulah fakta ada nya.

Dari pantauan redaksi, pukul 17.15 beberapa pemain sudah mulai keluar meninggalkan kantor mereka menuju lapangan mereka. Tentu saja setelah menyelesaikan  pekerjaan  yang menjadi favorit mereka, yaitu absen pulang. Di basement lantai 1 (baca : di halaman),  para pemain sudah siap dengan kendaraan masing-masing, Read the rest of this entry »


Berhenti sejenak, di Taman Ramadhan..

August 27, 2010

Kehidupan ibarat sebuah perjalanan yang panjang. Disana selalu ada pemberhentian, tempat kita duduk sejenak untuk sekedar mengambil nafas dan mengumpulkan kembali bekal yang diperlukan dalam perjalanan berikutnya. Disana, selalu ada persimpangan jalan, tempat dimana kita berhenti untuk kembali menentukan kembali arah gerak dan perjalanan yang akan ditempuh menuju tujuan akhir kelak. Maka, belajar tentang kehidupan adalah juga belajar untuk menciptakan tanda-tanda pemberhentian. Belajar untuk membuat halte-halte dalam hidup kita. Mungkin itulah mengapa dalam di agama Islam Allah SWT menentukan beberapa syariatnya dalam konteks waktu tertentu. ADa Shalat 5 waktu dalam keseharian kita. Ada ibaadah Shalat Jum’at di setiap minggunya , ada shaum yaumul Bidh di setiap bulan, dan tentunya ada shaum Ramadhan di setiap tahun.

Bulan Ramadhan adalah salah satu halte kehidupan yang Allah sediakan untuk kita setelah kita larut dalam kesibukan menjalankan peran kekhalifahan kita sebagai manusia di setiap tahunnya. Ramadhan merupakan momentum muhasabah dan tempat pijakan sebagai batu loncatan untuk memulai hidup yang lebih baik. Tempat dimana seseorang merenungi setiap langkah perjalanan yang telah dilalui. Maka, Momen Ramadhan sebagai momen muhasabah ini mengajak kita semua untuk terus mengevaluasi diri. Spirit muhasabah ini mengajak kita untuk berhitung atas kualitas diri kita menuju tujuan yang telah Allah firmankan dalam Q.S Al-Baqarah ayat 183, menuju Insan yang bertaqwa.

Mari menghitung diri

Ketakwaan layaknya sebuah pohon. Akarnya ialah keimanan yang menjalar kuat dalam tubuh kita, dan buah manis nya adalah akhlaqul karimah. Untuk membuatnya tumbuh subur dan rindang, diperlukan perawatan yang baik. Begitupun dengan ketakwan dalam diri kita. Agar senantiasa tumbuh maka kita membutuhkan perawatan yang intens dan tepat. Dan Bulan Ramadhan, adalah ladang yang subur serta musim yang tepat dalam menumbuhkan pohon ketakwaan. Maka mari kita optimalkan momen Ramadhan dengan segala keistimewaan yang Allah berikan di dalamnya untuk menumbuhkan pohon ketakwaan kita.

Pohon membutuhkan pupuk sebagai suplai gizi agar bisa tumbuh dengan baik. Maka, pohon ketakwaan akan tumbuh subur dengan dipupuk dengan ibadah-ibadah harian kita yang akan lebih mendekatkan diri kita dengan Allah SWT. Mari kita pupuk diri kita dengan melakukan ibadah-ibadah yang lebih giat di bulan Ramadhan. Maka, muncullah sebuah pertanyaan dalam benak kita. Sudahkah kita menentukan target-target peribadatan kita di bulan Ramadhan ini?? Berapa target tilawah Al-Qur’an kita?? Berapa target shalat malam kita?? Agar keberlangsungan ibadah kita ini bisa kita evaluasi di ujung bulan Ramadhan nanti.

Selain dipupuk, pohon juga membutuhkan siraman air. Bagi diri kita ia adalah ilmu. Siraman-siraman ilmu akan membuat keimanan dan ketakwaan kita tumbuh dengan subur. Maka, mari kita isi hari-hari kita di bulan Ramadhan kita dengan terus memperbanyak ilmu. Mari kita agendakan diri kita untuk mengikuti kajian-kajian yang biasanya semarak di Bulan Ramadhan. Membaca buku, juga bisa menjadi salah satu saran dalam menambah khazanah dan keilmuan kita. Maka, pertanyaan selanjutnya adalah berapa buku kah yang akan kita selesaikan di bulan Ramadhan ini?? SUdahkah kita mengagendakan waktu-waktu kita untuk mengikuti majelis-majelis ilmu di bulan Ramadhan?

Faktor yang juga berperan sangat penting adalah cahaya matahari. Tanpa nya, pohon tidak akan tumbuh dengan baik. Maka, spirit ketakwaan dalam diri kita akan senantiasa tumbuh jika ada cahaya hidayah dari Allah SWT. Karena bagaimana pun, Allah lah yang maha menggenggam dan membolak-balik hati manusia. Hidayah Allah lah yang akan memberikan kepada kita spirit dan motivasi nya untuk senantiasa terus menjaga kontinuitas kita dalam menjalankan setiap kewajiban kita sebagai hamba-Nya. Dan hidayah Allah akan kita dapatkan dengan senantiasa memanjatkan doa kepada-Nya. Disini lah doa berperan penting dalam menjaga konsistensi kita agar senantiasa berada dalam rel keimanan. Itulah mengapa kita harus senantiasa berdo’a kepada Allah agar tetap senantiasa selalu bisa berada di jalan-Nya. Bisa menikmati saat-saat kedekatan dengan-Nya. Dan terus menjalani kehidupan di atas koridor agama-Nya. Dan Bulan Ramadhan adalah momen dimana saat – saat doa terkabul. dimana saat-saat menjelang berbuka juga menjadi saat mustajab nya do’a. Allah menegaskan hal ini dengan firmannya yang berada di antara ayat-ayat yang menjelaskan tentang perintah shaum Ramadhan.

“Dan jika hamba-hamba-Ku bertanya padamu tentang Aku, maka sesungguhnya aku adalah dekat.Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabial ia berdo’a kepada-Ku..” (Q.S. Al-Baqarah; 186)

Maka, mari kita manfaatkan momentum Ramadhan ini sebagai suatu resource dari Allah untuk kita jadikan sebagai leverage keimanan dan ketakwaan kita. Sebagai salah satu katalisator dalam membangun spirit keimanan menuju kualitas diri yang lebih baik. Inilah bulan dimana Pahala-pahala dilipat gandakan, dan pintu-pintu kebaikan terbuka lebar. Bulan dimana malam-malam Ramadhan menjadi lebih semarak dengan shalat berjamaah dan siraman-siaman rohani yang menyejukkan hati. Bulan dimana di setiap sudut tempat banyak terdengar lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Inilah bulan sebagai ladang yang subur untuk menumbuhkan pohon-pohon ketakwaan kita. Insya Allah. “Rugilah orang yang kedatangan Ramadhan, kemudian bulan itu berlalu dan dosanya tidak diampuni” (H.R. Ahmad)


Bagaimana Belajar yang Efektif

December 20, 2007

BAGAIMANA BELAJAR YANG EFEKTIF ITU ?

Setelah ngenali masalah yang bikin kamu be-te belajar, sekarang
kamu boleh buka buku. Tapi sebelum itu, ada baiknya kamu baca tips berikut ini.
Supaya belajar kamu tambah nyaman dan nggak bikin be-te tentunya.

1. Bikin body se-fresh mungkin, dengan gitu membuat pikiran kita juga lebih
fresh. Mandi, adalah salah satu caranya.

2. Cari suasana yang paling nyaman

, di tempat sunyi , atau di perpustakaan

Biasanya juga memutar musik yang ngebantu kita merasa betah dan comfortable. Bersihin dan rapiin kamar, ini membantu lebih berkonsentrasi. Apalgi klo akhwat kan rajin beresin kamar tuh…

3. Buat catatan-catatan kecil terhadap apa yang kamu temuin. Ini akan membantu
mengingat dan sekaligus memudahkan bila mengulang lagi, kaga perlu membaca seluruh isinya, cukup point-point-nya saja yang telah kamu buat. Praktis khan? Mungkin juga ada hal-hal yang kaga dimengerti atau pertanyaan-pertanyaan yang muncul saat membaca, dengan catatan itu bisa kamu tanyain ama temen atau guru tanpa harus menyimpannya di memori kamu. Hemat lah penggunaan memori kamu, save energy.

4. Susunlah hubungan-hubungan yang terjadi Dari catatan-catatan kecil tersebut,
susunlah hubungan antara catatan-catatan tersebut. Buatlah semacam kerangka yang menjelaskan dari awal dan akhir. Ini membantu untuk mengerti apa yang sebenarnya atau memahami pelajaran yang dipelajari, dengan demikian otak kamu terlatih untuk menganalisis sebuah permasalahan dan menemukan bagaimana mengatasinya. Berbeda dengan sekedar menghapal, tanpa tahu apa yang sebenarnya, ini tidak akan berlangsung lama dan sebelum kamu selesai menghapal seluruhnya, hapalan yang pertama sudah lupa lagi. sekali lagi hematlah penggunaan memori kamu, karena memori kamu bukan hardisk. Agak lama memang, tetapi akan lebih menarik dan sekali mengerti tidak mudah untuk lupa karena yang diingat memori
kamu adalah hasil pemahaman otak bukan tulisan-tulisan di buku.

5. Hindari SKS (Sistim Kebut Semalam) Ini akan membuat badan kamu jadi meriang dan sakit. Otak manusia itu punya batas. Kaga bisa dipaksain untuk bekerja terus-menerus dan sekaligus. Kenapa? Karena otak dirancang untuk bekerja efisien, apabila ada pemahaman baru, maka pemahaman yang lama akan dihapus dan diganti pemahaman yang baru. Pemahaman yang kita peroleh sifatnya bertahap yang semakin lama akan semakin bagus. Ini yang disebut kemampuan belajar.
Contohnya kita belajar 10 bab, apabila dipaksaain sepuluh bab dipelajari
seluruhnya. Otak kita akan berusaha memasukkan 10 pemahaman. Kalau kaga
cukup, jadinya akan kacau, tumpang tindih kaga karuan. Tetapi kalau bertahap, setelah kita baca 2 bab misalnya, pemahaman kita pada bab satu akan diperbaharui dengan pemahaman setelah kita baca bab 1 dan bab 2, demikian seterusnya sehingga setelah 10 bab, otak kita akan menyimpan sebuah pemahaman tentang 10 bab sebagai satu kesatuan, bukan 10 pemahaman.

6. Istirahat Otak kita butuh istirahat, kalau sudah jenuh, istirahat beberapa
saat untuk mengendurkan otot termasuk mata. Setelah itu baru mulai lagi.
Dengan begitu engga terasa otak kita akan bertahan cukup lama untuk belajar.

7. Kesimpulan Buatlah kesimpulan pada setiap akhir kegiatan belajar. Dengan
demikian kamu akan mendapatkan inti dari keseluruhan apa yang telah dipelajari.

8. Belajar Kontinyu Biasakanlah menganggap belajar sebuah kebutuhan, seperti makan, tidur, nge-game dsb. Disamping jadi smart, hal ini akan melatih otak untuk kritis dan cepat memahami hal-hal baru. Jadi engga ada istilah telmi, malu-maluin.

——————————————————————————–
RENCANA JADWAL BELAJAR EFEKTIF

1. Beri waktu yang cukup untuk tidur, makan dan kegiatan hiburan.
2. Prioritaskan tugas-tugas.
3. Luangkan waktu untuk diskusi atau mengulang bahan sebelum kelas.
4. Atur waktu untuk mengulang langsung bahan pelajaran setelah kelas. Ingatlah bahwa kemungkinan terbesar untuk lupa terjadi dalam waktu 24 jam tanpa review.
5. Jadwalkan waktu 50 menit untuk setiap sesi belajar. · Pilih tempat yang nyaman (tidak mengganggu konsentrasi) untuk belajar.
6. Rencanakan juga “deadline”.
7. Jadwalkan waktu belajarmu sebanyak mungkin pada pagi/siang/sore hari.
8. Jadwalkan review bahan pelajaran mingguan.
9. Hati-hati, jangan sampai diperbudak oleh jadwalmu sendiri!

Selamat belajar !


Postingan perdana

December 20, 2007

Dimulakan dengan basmallah..

akhirnya..seiring dengan berjalannya waktu, dan berkembangnya peradaban..

blog  ini jadi juga..

Semoga bisa menjadi langkah awal yang baik..

dalam memaknai hidup…

sirodj, yang masih harus belajar banyak…


Hello world!

July 17, 2007

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!